
Yap, benteng yang keren ini (apalagi kalau lihat langsung) adalah Museum Keprajuritan Indonesia. Cukup dengan mengorek kocek sebesar 2500 rupiah saja untuk bisa masuk ke dalam area museum. Museum ini menyajikan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sangat disayangkan bagian dalam yakni ruang diorama penerangannya kurang dan sedikit kotor seperti tidak terawat. Yang mau belajar harus masuk ke dalam,
Sebenarnya pas di dalam rada ngeri karena ruangannya gelap (pake banget) jadi jalannya buru-buru. Ditambah banyak patung-patung yang disinari cahaya minim, makin pingin cepet-cepet keluar. Hasilnya ya enggak sempat lihat apa-apa. Susah ya kalau takut gelap.
Jadi saya nggak mau bahas dulu ada apa di dalam benteng
![]() |
| Perairan persis di depan benteng. Tenang, kita gak harus berenang untuk mencapai benteng. |
Di ujung perairan, persis menempel dekat jembatan ada dua kapal tradisional yaitu Kapal Pinisi dan Kapal Banten, tapi yang kefoto cuma satu (uh maaf). Foto yang di bawah ini adalah Kapal Pinisi dari Sulawesi Selatan. Bisa naik ke atasnya loh, bukan sekedar pajangan doang.
![]() |
| Kapal Pinisi |
Jembatannya goyang-goyang. Saya takut air, jadi terlihat konyol waktu menyebrang, sampai terpaksa disalip beberapa pengunjung karena berjalan terlalu lama.
Di atas kapal Pinisi! Adik saya minta difoto biar kesannya naik kapal beneran.
Jembatan menuju benteng.
Di sekitar perairan dan benteng juga ada taman, banyak pohon rindang dan kursi untuk duduk-duduk manis. Yang mau selonjoran sambil ngemil bareng keluarga, teman, atau pacar bisa banget. Wisata yang cukup murah kan? :p (tapi jangan dihitung sama tiket masuk TMII-nya ya)





No comments:
Post a Comment