Aku tidak pandai bersembunyi, tuan.
Setiap kali aku melakukannya,
mereka menemukan persembunyianku
pada lipatan kertas-kertas tua.
Setiap kali aku melakukannya,
mereka menemukan persembunyianku
pada lipatan kertas-kertas tua.
Aku juga tidak pandai merindu, tuan.
Setiap kali aku melakukannya,
mereka menemukan bercak rinduku
pada lipatan kertas-kertas tua lainnya.
Setiap kali aku melakukannya,
mereka menemukan bercak rinduku
pada lipatan kertas-kertas tua lainnya.
Kau menunduk lama sekali, tuan.
Aku tidak akan menatap lantang lagi.
Sebab, jangan-jangan engkau sudah bosan
melihat rindu yang itu-itu saja?
Aku tidak akan menatap lantang lagi.
Sebab, jangan-jangan engkau sudah bosan
melihat rindu yang itu-itu saja?
Mungkin aku harus menyudahinya, tuan?
Kalau tidak, aku memohon tanda darimu, semesta yang temaram.
Kalau iya, tolong tiup rinduku sampai benar padam.
Kalau tidak, aku memohon tanda darimu, semesta yang temaram.
Kalau iya, tolong tiup rinduku sampai benar padam.
No comments:
Post a Comment