Tuesday, April 1, 2014

Surat Untuk Dia yang Merayakan Tanggal 19 Februari.

Halo. Sudah lama tidak menulis, pas ngintip draft ternyata numpuk banyak banget. Bahaya, suamiku nanti bisa jadi brewokan. Di dalam tumpukan draft, ada satu surat untuk salah seorang kawan yang tidak kunjung terkirim, padahal ulangtahun-nya sudah lewat sebulan lalu. Akan saya tuliskan di sini saja, mungkin bisa selamanya tidak terbaca, mungkin tidak. Saya terlalu pemalu.



Kepada,

Perempuan yang terlalu rapuh untuk merasa kesepian,
Aku tidak mau menyebutkan nama.

Aku tahu saat membacanya kelak, kamu akan langsung mengejek tulisan ini. Sok berpujangga, seperti katamu dulu. Sayangnya, sok atau tidak aku akan tetap menulis. Aku ingin jadi vampir, yang jiwanya tetap tinggal dalam tulisan walau raganya sudah membusuk di dalam nisan. Lagipula aku sudah sering curhat dengan keyboard sejak sebelum bertemu kamu. Jangan seolah-olah kamu tidak pernah punya buku harian, wek.

Ah, lupakan. Jadi begini, aku bosan berguyon mengucapkan dengan cara yang itu-itu saja. Jadi kali ini kubawakan dengan cara sedikit menjijikkan. Cara yang tidak kamu suka, kawan.

Tahun ini aku membuatkan sebuah gambar untukmu. Lagi. Tidak kulampirkan di sini, sayang sekali. Mungkin kamu sudah bosan, mungkin tidak. Hadiah paling murah yang bisa kuberikan yang hanya bermodalkan tinta dan kertas. Tapi percayalah, ada ketulusan yang mengendap pada setiap detik yang hangus saat aku menggambarnya. Maaf bila mengecewakanmu, tapi suatu hari nanti saat kita berdua masih hidup akan kuberi yang lebih baik dan mahal daripada ini, kubeli dengan uang hasil keringatku. Aku minta maaf.

Maaf bila hadiah dariku tidak semewah jersey orisinil atau tiket rave party, atau seistimewa kehadiran seorang laki-laki dalam perjalananmu. Tidak apa, seorang kawan yang kehilangan antusiasme biasanya memang sedang dimabuk cinta. Walaupun begitu, terimakasih untuk tetap ada. Awet ya, selama-lamanya. Jangan lagi menelponku berjam-jam hanya saat patah hati, lain kali bawalah kabar baik. Sekali lagi aku minta maaf, tidak ngomong langsung malah menulis di sini. Duh, aku terlalu banyak mengucapkan maaf. Sudahlah.

Selamat ulang tahun, bangsat. Bahagia dan penuh selalu. Jaga egomu.



I love you.



Dari,
seorang kawan yang masih sayang sekali padamu.


P.S: ternyata lama-lama lucu juga disangka biseks. pendek sekali pikiran orang-orang itu.

No comments:

Post a Comment